Connect with us

Lamongan

Sanggring, Tradisi di Desa Tlemang Berusia Ratusan Tahun

Diterbitkan

||

Sanggring, Tradisi di Desa Tlemang Berusia Ratusan Tahun
2 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Pada tahun ini, jumlah ayam yang dimasak sebanyak 124 ekor. “Semua jenis ayam, terserah yang memberi, jantan atau betina terserah. Tapi kalau dulu harus berwarna hitam, kalau sekarang tidak,” ujarnya.

Sanggring ini selalu dilaksanakan setiap Jumadil awal, tanggal 27 ini, ayam yang sudah dipotong ini pun, dimasak oleh 40 orang laki-laki.

“Yang masak semua laki-laki, tanpa boleh dicicipi,” tutur Yatono. Dia mengungkapkan Sanggring ini dimasak dengan menggunakan tiga buah kenceng (wajan besar).

“Mesti tiga, dari dulu tiga, dan tidak pernah ganti dari dulu sampai sekarang. Kenceng ini peninggalan,” ungkapannya. Dan, tambah Yatono, sambil menanti Sanggring ini matang, masyarakat Desa Tlemang, disuguhi hiburan berupa Wayang Krucil, dengan menampilkan 4 orang sinden.

“Wayangnya harus wayang Krucil, kalau Wayang Kulit, gak boleh,” ujarnya. Sebelum Sanggring matang, para warga Tlemang sudah bersiap untuk mendapatkan Sanggring. Mereka membawa piring, mangkuk dan berbagai wadah lainnya untuk mendapatkan Sanggring.

2 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Advertisement

Trending