Connect with us

Lamongan

Sanggring, Tradisi di Desa Tlemang Berusia Ratusan Tahun

Diterbitkan

||

Sanggring, Tradisi di Desa Tlemang Berusia Ratusan Tahun
4 of 4Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

“Sekitar bulan Januari pertengahan, itu ada launching kalender wisata di Jawa Timur, itu sebenarnya sudah masuk Sanggring ini,” kata Rudi, saat menghadiri pelaksanaan tradisi Sanggring, di Desa Tlemang.

Rudi menyebut, tahun depan pihaknya akan melakukan persiapan yang lebih matang, agar tradisi Sanggring ini bisa menjadi ikon pariwisata Kabupaten Lamongan.

“Jadi ke depan akan kita persiapkan lebih baik lagi, karena ini saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Desa, bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tanggal 27 bulan Jumadil Awal,” tuturnya.

Sebab, menurutnya, Sanggring ini merupakan sebuah tradisi yang unik, karena dalam pelaksanannya tidak banyak mengalami perubahan, meski sudah turun temurun, sehingga sudah mulai jarang ditemui di daerah lain di Jawa Timur.

“Saya kira di Jawa Timur juga cuma ada di Lamongan. Biasanya kan untuk acara sedekah bumi ini hampir di setiap desa ada, tapi yang unik seperti di desa Tlemang ini yang sampai kita lihat tadi masaknya oleh laki-laki dan sebagainya,” ucap Rudi.

Ia pun optimis, Sanggring sudah bisa masuk kalender pariwisata Disbudpar Jawa Timur.

“Dinas Pariwisata Jawa Timur juga tidak secara serta merta menerima usulan dari kita, tentu kita tunjukkan bahwa ini memang ada keunikan tersendiri, sehingga Disbudpar Jawa Timur bisa menerima,” ucapnya.

Selain keunikan yang dimiliki Sanggring, indahnya pemandangan di Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang yang berada di atas bukit juga diharapkan mampu menarih minat wisatawan.

“View di sini juga saya kira sudah sangat layak untuk dieksplor. Saya kira masih banyak orang lamongan yang belum pernah ke sini,” pungkasnya. (ifa/zen/yan)

 

4 of 4Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Advertisement

Trending