STIE PERBANAS

Harga Sapi di Pasar Hewan Situbondo Anjlok Jelang Lebaran

  Dibaca : 15 kali
Harga Sapi di Pasar Hewan Situbondo Anjlok Jelang Lebaran

Memontum Situbondo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019, harga sapi di pasar hewan Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan harga atau anjlok mencapai 10 persen. Diperkirakan harga sapi akan terus mengalami penurunan hingga lebaran kurang satu mingguan.

Pantauan Wartawan Memontum.com di pasar hewan, untuk harga sapi yang berukuran besar, sebelumnya dipatok Rp 20 juta per ekor. Kini, turun menjadi Rp19 juta per ekor. Sedangkan untuk ukuran sedang saat ini harganya Rp14 juta. Padahal, sebelumnya harga sapi yang berukuran sedang dipatok harga Rp15 juta per ekor.

Harga sapi yang berukuran kecil ditetapkan Rp 9 juta. Sebelumnya harga sapi yang kecil dipatok mencapai Rp 10 juta. Penurunan harga sapi tersebut diduga kuat karena pembeli sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri sepi.

Salah satu pedagang sapi asal Dusun Bukkolan, Desa Paowan, Hery usbandi (41), mengatakan, dirinya tetap datang menjual sapi ke pasar ” Sabtoan ” meskipun mengalami penurunan pada harga sapi, dirinya juga tetap rutin ke pasar hewan setiap hari Sabtu dan Senin (pasaran sapi).

Sebab, ia sangat membutuhkan penghasilan untuk mencukupi ekonomi keluarganya setiap hari dan sebagai tambahan penghasilan untuk menyambut lebaran nanti.

” Jika mendekati lebaran, biasanya harga sapi mulai naik. Namun saat ini harga sapi mengalami penurunan harga, akibat sepinya pembeli sapi, “katanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi UPT Peternakan, pada Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo, Agung S saat diwawancarai Wartawan Memontum.com di pasar hewan Sumberkolak Panarukan. Ia mengatakan, pembeli sapi pada hari ini tidak imbang dengan pembeli, akibatnya para pedagang banyak menurunkan harga sapi yang dibawanya ke pasar.

” Hukum ekonomi dasar dari anjloknya harga sapi saat ini dan kemungkinan saja, para pedagang banyak yang menurunkan harga sapinya di pasar. Agar sapi-sapi yang dibawanya itu bisa laku terjual walaupun harganya tidak sesuai dengan target, ” terang Agung kepada Wartawan Memontum.com. Sabtu (18/5/2019).

Menurut dia, biasanya harga sapi akan mengalami kenaikan memasuki H-7 lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun kemarin harga sapi akan naik sampai H-2 lebaran.

“Jika sudah memasuki H-7 sampai H-2 lebaran harga sapi naiknya mencapai 20 sampai 30 persen itu sudah biasa. Karena orang perantauan datang semua dan banyak yang membeli sapi untuk dipotong, serta untuk dipotong untuk kelompok arisan daging di masing-masing wilayah” ucapnya. (im/yan)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional