Connect with us

Jember

Umat Hindu Se-Jember Sembahyang Galungan di Pura Swastidharma

Diterbitkan

||

KHUSYUK : Umat Hindu melakukan Persembayangan di Pura Swastidharma. (ist)

Jember, Memontum – Minggu, 28 Juli 2019, dilaksanakan Persembahyangan sentral hari raya galungan merupakan tradisi umat hindu di kabupaten jember yaitu perayaan atau persembahyangan bersama umat hindu sekabupaten jember yang dilaksanakan pada hari minggu setelah hari raya.

Perayaan Hari Raya Galungan merupakan sebuah perayaan hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), yaitu kemenangan kebenaran lewat restu dari Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa bagi Umat Hindu yang setiap tahun dilaksanakan.

Seperti halnya yang di lakukan Umat Hindu se kabupaten Jember, di ketahui perhimpunan umat Hindu se Kabupaten jember melakukan tradisi turun temurun (persembahyangan) Sentral hari raya galungan di pura Swastidharma dusun krajan kidul desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, Minggu (28/7/2019) malam.

Hadir dalam acara Persembahyangan tersebut kurang lebih 500 umat Hindu, juga hadir Ketua Parisada Hindu Dharma ( PHDI ) Kabupaten Jember, Ketua PHDI kecamatan Umbulsari, PHDI Kecamatan Jombang , PHDI Kecamatan Jombang.

Menurut Wahyu widodo S.A.g , pengawas guru agama hindu kabupaten jember – lumajang Hari raya galungan sendiri menggunakan perhitungan jawa dan jatuh pada hari rabu kliwon wuku dungulan dan pada hari itu umat hindu akan merayakan atau melaksanakan persembahyangan di pura sekitar tempat tinggal.

“Setelah itu pada hari Minggunya kami laksanakan persembahyangan sentral galungan, ” ujar pria yang akrab disapa Widodo.

Dalam wawancaranya Widodo sedikit menjelaskan bahwa hari raya galungan waktu turunnya Bhuta Kala Tiga atau tiga kekuatan yang datang ke dunia untuk mengganggu umat manusia yakni Kala Dungulan, Kala Amangkurat dan Kala Galungan.

“Galungan ini menjadi perlambang dan momentum bahwa manusia bisa melawan musuh-musuhnya, baik musuh dalam diri dan di luar diri, dalam diri itu diantaranya hawa nafsu, kebencian, kemabukan dan kebingungan, sedangkan musuh luar diri adalah kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya, ” pungkasnya. (yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending