Connect with us

Kota Batu

Pemuda Pancasila Pujon Rayakan HUT RI, Bagikan Sembako ke Masyarakat Kurang Mampu

Diterbitkan

||

Pemuda Pancasila Pujon Rayakan HUT RI, Bagikan Sembako ke Masyarakat Kurang Mampu

Memontum Malang – Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia, salah satunya dengan ‘memerdekakan’ kaum dhuafa yang ada di lingkungan sekitar kita.

Hal itulah yang dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang sejak kemarin, Selasa (13/8/2019), dengan membagikan bingkisan berisi beras 5 kilogram, gula, minyak dan mie instan.

Menurut Ketua Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kota Batu, Hasan Suwardi, hampir 74 tahun rakyat Indonesia terbebas dari belenggu penjajah. Lantas, sudahkah kita benar merdeka? Faktanya masih sering kita jumpai kaum dhuafa di sekitar kita yang kekurangan.

Sebagai upaya memaknai tujuan kemerdekaan dan menegakkan keadilan sosial, bingkisan ini diharapkan bisa membantu dan meringankan permasalahan kemiskinan di Indonesia terutama sekitar kita. Ia berkeinginan anggota PP lebih peduli pada lingkungan sekitar.

” Selama dua hari sekitar 350 bingkisan yang sudah dibagi pada masyarakat. Setelah bakda Magrib kita keliling ke mushola-mushola, sekarang kita bagi di Desa Pujon Lor dan berlanjut terus. Untuk target 1000 bingkisan se Kecamatan Pujon,” ungkap Hasan kemarin, Rabu (14/8/2019).

” Untuk calon penerima, kami bekerjasama dengan RT setempat dan takmir musholla,” sambungnya.

Kemudian, penggalian sumber dana, PAC PP Pujon melakukan iuran dari para anggota. Selain menyalurkan bantuan, Hasan ingin memperkenalkan ormas PP kemasyarakat luas.

” Inti kegiatan ini kami ingin berbagi, memerdekakan orang yang kurang mampu supaya bisa merdeka secara sesungguhnya,” tambah pria yang juga menjadi Ketua I Koperasi SAE Pujon ini.

Disela membagi bingikisan, PP juga memberi motivasi ditengah tantangan kemajuan zaman. Seperti masyarakat harus bisa berinovasi dan kreatif diimbangi niat dan berdoa.

” Masyarakat sini masih banyak yang minus, karena sebagian besar bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp 25-35 ribu sehari. Semoga bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka setidaknya satu minggu saat perayaan kemerdekaan,” tutupnya. (bir/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending