Connect with us

Komunikasi Sosial

PKPA Peradi RBA Malang, Tanamkan Kejujuran

Diterbitkan

||

Peserta PKPA berbaju putih hitam usai saat berfoto bersama dengan Ketua Umum DPN Peradi RBA Dr Luhut MP Pangaribuan SH LLM dan Pengurus DPC Peradi RBA Malang. (gie)

Memontum Kota Malang – Ada yang spesial dalam sesi penutupan PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) 2019, DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) RBA (Rumah Bersama Advokat) Malang, Minggu (25/8/2019) sore di Hotel Pelangi Kota Malang.

Sabab Ketua Umum DPN Peradi RBA, Dr Luhut MP Pangaribuan SH LLM hadir langsung memberikan materi dan memberikan pesan-pesan yang sangat bermanfaat sebagai bekal para calon advokat peserta PKPA supaya bisa menjadi advokat profesional yang memegang teguh kejujuran.

Dia mengambil contoh dari Abraham Lincoln Presiden Amerika Serikat ke 16. Dimana Abraham Lincoln menanamkan kejujuran dalam menjalankan profesi advokat.

” Tantangan advokat sangat besar. Nasehat dari Abraham Lincoln bahwa seorang advokat harus memiliki tekad jujur. Walaupun saat ini advokat sangat banyak, namun jika kejujurannya tinggi maka dengan sendirinya klien yang akan mencari kita,” ujar Luhut.

Dia juga berpesan kepada para calon advokat supaya nantinya tidak meminta honor di depan. “Jangan menjadi pengacara yang meminta honor di depan. Sebab jika sudah menerima honor di depan, maka tidak akan tertarik lagi menangani perkara itu karena uangnya sudah di dapat. Maka kalau perlu uang muka, mintalah secukupnya,” ujar Luhut.

Sementara itu ketua DPC Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto SH mengatakan bahwa PKPA adalah syarat yang hatus diikuti untuk menjafi seorang advokat. Pertama harus ikut PKPA, kemudian UPA (Ujian Profesi Advokat), magang 2 tahun dan sumpah. Di DPC Peradi RBA Malang, dia akan melakukan penjaringan ketat dikarenakan ingin melahirkan advokat profesional yang berintegritas tinggi.

“Advokat yang dilahirkan dari Peradi RBA menjadi Advokat yang punya keahlian. Janganlah menjadi advokat namun tidak punya keahlian,” ujar Yayan.

Niko Caisar Aditya SH Cla selaku panitia menyenut bahwa dari 66 peserta PKPA ada 2 peserta yang dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi prosentasi kehadiran.

” Sebanyak 64 yang kita nyatakan lulus. Untuk 2.peserta yang kami nyatakan tidak lulus bisa.mengikuti PKPA tahun depan. Kita tidak ada kompromi dengan ini, kalau mau kembali mengikuti PKPA bisa dilakukan tahun depan,” ujar Niko. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending