Connect with us

Kota Malang

SMK Muhammadiyah 1 Studi Industri ke Pabrik Air Kemasan Q-Mas di Lawang

Diterbitkan

||

SMK Muhammadiyah 1 Studi Industri ke Pabrik Air Kemasan Q-Mas di Lawang

Memontum Malang — Keberadaan pabrik amdk (air minum dalam kemasan) Q-Mas M ternyata mempunyai daya tarik edukasi. Ini dibuktikan dengan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, yang berkunjung pada hari Selasa, 12 Desember 2017. Rombongan yang terdiri dari 250 siswa dan 15 guru ini, dipimpin oleh Kepsek Dra Hj Khusnul Khotimah MM.

Rombongan disambut oleh Direktur Q-Mas, Ir Dimyati dan seluruh manajemen. Layaknya rombongan studi, maka kegiatan utamanya adalah pembelajaran. Kepsek Hj Khusnul menyampaikan jika tujuannya mengajak siswa-siswinya ke pabrik Q-Mas, untuk mengenalkan kepada siswa tentang pilar ketiga Muhammadiyah yaitu penguatan ekonomi keislaman. Bahwa umat Islam harus tangguh dan mandiri dalam hal ekonomi.

Wakil Direktur Q-Mas, Anita Yuli Rahmawati, S.Si, M.Pd yang didapuk sebagai pemateri memberikan penjelasan dan dialog dengan murid SMK Muhammadiyah 1. Diluar dugaan, sikap para pelajar ini sangat antusias dengan presentasi yang dipaparkan dosen IKIP Budi Utomo ini.

Anita sendiri memberikan apresiasi tinggi kepada murid SMK Muhammadiyah 1 Surabaya ini. “Pertanyaannya macam-macam. Mereka begitu antusias. Mulai dari manajemen, hingga proses produksi awal sampai menjadi amdk Q-Mas,” ujar pemegang sertifikat Instruktur Nasional VEDC ini.

Anita juga menyampaikan ke para pelajar, jika pola kerja dan manajemen Q-Mas sudah berdasarkan standar ISO dan dalam pengawasan konsultan ISO secara berkala.

“Saya akui menerapkan pola kerja berdasarkan ISO memang tidak mudah. Butuh pembelajaran, karena faktor etos kerja yang harus terkonsep, terencana, terkontrol, berdasarkan target dan harus terevaluasi. Tidak mudah memang. Tapi ini menjadi penting bagi adik-adik SMK, karena saat ini semua perusahaan menerapkan standar ISO. Jika generasi muda tidak mengikuti perkembangan ini, akan berat dalam berkompetisi. Salah satu contoh, adalah laporan harian kerja. Standar ISO harus tertulis dan sesuai form yang tersedia, dan harus ada tandatangan pelapornya. Sederhana tapi, pada pelaksanaannya sulit memenuhi SOP (standar operasional prosedur) semacam ini,” jelas pemegang sertifikat Audit Internal Manajemen Mutu ini.

Salah seorang siswi menyampaikan jika kunjungan ke pabrik Q-Mas milik Panti Asuhan KH Mas Mansur JL Sulfat Kota Malang yang lokasinya berada di Desa Turirejo Kecamatan Lawang ini, membawa manfaat bagi dia.

“Banyak manfaatnya. Saya jadi tahu kalau panti asuhan pun bisa punya pabrik amdk yang tak kalah dengan milik perusahaan asing. Saya bisa nambah sedikit ilmu tentang pembuatan amdk. Ini bisa menjadi modal pengalaman bagi saya, ketika terjun ke dunia kerja,” ujarnya. (yan)

Advertisement

Trending