Connect with us

Kota Malang

Klinik Asuransi Sampah Cabang Lowokwaru Dilaunching

Diterbitkan

||

Kerja Bareng Indonesia Medika, Bank BTN Syariah, Air Asia dan LPDS Fastabiqul Khoirot Malang

Memontum Kota Malang — Sejak 2013, Klinik Asuransi Sampah telah didirikan dr Gamal Albinsaid melalui Indonesia Medika (IM) di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Sebagai pengembangan dan peningkatkan kebermanfaatan, IM membuka cabang klinik di jalan Bungur 59 D Kecamatan Lowokwaru, Malang. Tak ayal, misi sosial Klinik Asuransi Sampah ini mendapat dukungan dari Air Asia yang berpusat di Malaysia, serta Bank BTN Syariah dan LPDS Fastabiqul Khoirot Malang.

Mengangkat tagline #KolaborasiUntukAkselerasi, sosialisasi program dan layanan kesehatan dilaksanakan dalam “Bakti Sosial Dalam Rangka Grand Launching Klinik Asuransi Sampah”, yaitu peluncuran Klinik Asuransi Sampah, khitan massal, dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga kota Malang, di jalan Bungur 59 D Malang, Sabtu (23/12/2017).

Khitan massal. (rhd)

Khitan massal. (rhd)

“Alhamdulillah, dalam launching klinik ada 20 anak yang ikut khitan massal, dan puluhan warga sekitar untuk periksa kesehatan gratis. Kegiatan ini sebagai replikasi, dimana setelah berhasil di Kedungkandang, kami tak berpuas diri, namun kami kembangkan ke semua kecamatan. Kali ini di kecamatan Lowokwaru. Agar masyarakat kurang mampu lainnya juga ikut merasakan kebermanfaatan Klinik Asuransi Sampah secara merata di Kota Malang. Kami buka mulai Januari 2018 dengan jam operasional 8 pagi hingga 9 malam,” jelas dr. Gamal Albinsaid, CEO Indonesia Medika.

Klinik Asuransi Sampah (Garbage Clinical Insurance) merupakan asuransi kesehatan mikro yang menggunakan sampah sebagai sumber pembiayaan yang dikembangkan oleh Indonesia Medika. Melalui program ini, IM memobilisasi sampah sebagai sumber daya terbuang pengganti dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat kurang mampu. Cukup menyetorkan sampah senilai Rp 10.000, mereka mendapatkan layanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier. “Secara praktis kami meminta masyarakat menyerahkan sampah tiap hari Rabu dan Sabtu. Kemudian, kami proses sampah dari masyarakat untuk menjadi uang dan kami gunakan untuk jaminan kesehatan masyarakat kembali,” papar dokter lulusan Universitas Brawijaya peraih 9 penghargaan internasional dan 33 penghargaan dalam negeri.

Pemeriksaan kesehatan gratis. (rhd)

Pemeriksaan kesehatan gratis. (rhd)

Klinik Asuransi Sampah cabang Bumi Ayu, KedungKandang telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 350 masyarakat. Sementara Klinik Asuransi Sampah Cabang Lowokwaru ini ditargetkan awal tercapai 200 masyarakat. Total 1.000 masyarakat Kota Malang secara bertahap.

Tak hanya bekerja sama dengan BPJS kesehatan untuk meningkatkan layanan kesehatan hingga operasi dan rawat inap di rumah sakit. Konsep baru yang diusung oleh dr. Gamal Albinsaid adalah SMART CLINIC, klinik yang social dan digital friendly. “Pertama, klinik ini memberikan kebermanfaatan sosial untuk masyarakat sekitar melalui layanan kesehatan asuransi sampah untuk masyarakat kurang mampu. Kedua, klinik ini menggunakan pendekatan digital dalam memberikan layanan kesehatannya melalui platform yang dikembangkan Indonesia Medika, yaitu visit, donor, clinic, ambulance, fund, shop, dan healthy,” terang salah satu inovator diantara 50 inovator sosial paling berpengaruh dunia.

Diharapkan, program ini mampu menyelesaikan 2 masalah secara bersamaan, yaitu masalah kesehatan dan masalah lingkungan. Beberapa kelebihan program ini antara lain, 1) menggunakan sampah sebagai sumber pembiayaan, 2) menerapkan sistem pelayanan kesehatan holistik, yaitu promosi kesehatan, upaya preventif dari sakit, pengobatan ketika sakit, dan rehabilitasi setelah sembuh, 3) wirausaha sosial, 4) akses luas, sistem asuransi mikro dengan sampah memiliki akses luas ke komunitas, 5) pembiayaan komunitas secara mandiri, 6) mendorong wirausaha sampah di tingkat rumah tangga, 7) rekayasa sosial. “Melalui program ini kami mampu merubah persepsi dan kebiasaan masyarakat, yang sebelumnya masyarakat berfikir sampah tidak berguna dan kesehatan mahal, kini masyarakat berfikir bahwa sampah itu berguna dan kesehatan itu murah,” tukas dr Gamal Albinsaid.

“Sebagai mitra perbankan, kami juga memiliki misi sosial. Kami sangat support terhadap kegiatan IM. Harapannya kegiatan semacam ini agar memotivasi lembaga serupa dalam memberikan manfaat kepada masyarakat kurang mampu. Kali ini kami membackup khitan massal yang diikuti 20 anak. Namun, bukan hanya ini saja, sebelum dan sesudahnya kami banyak terlibat dalam kegiatan kemanusiaan lainnya,” jelas Nurul Astuti, Branch Manager BTN Syariah Malang. (rhd/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending