Connect with us

Kabupaten Malang

Ketua Bhayangkari Cabang Kunjungi Korban Penyekapan

Diterbitkan

||

Ketua Bhayangkari Cabang Kunjungi Korban Penyekapan

Kita Semua Harus Perduli

Memontum Malang – Kepedulian atas kasus yang menimpah Kamelia Nawal (13), Zakiah Salsabila (11), dan Dhorifa Nur Zahro (6) korban penyekapan yang dilakukan ibunya, Jumat (5/1/18) ditunjukkan Ketua Bhayangkari Cabang Malang Ibu Tika Setiawan Ujung dengan mengunjungi tiga korban penyekapan yang bertempat RW 004, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Selama setahun, mereka diasingkan dari dunia luar dengan cara dikurung di dalam rumahnya. Masa ceria sebagai seorang anak maupun pendidikan yang dirasakan mereka terhenti akibat penyekapan tersebut.

 BERSAMA:Para aparat Desa Bululawang berfoto bersama dengan ketua Bhayangkari Cabang Malang didampingi para pengurus Bhayangkari Cabang Malang

BERSAMA : Para aparat Desa Bululawang berfoto bersama dengan ketua Bhayangkari Cabang Malang didampingi para pengurus Bhayangkari Cabang Malang

Di sela sela kunjungan tersebut istri dari Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung SH.SIK.MSi ini menuturkan, “Sebagai insan manusia yang beragama, sudah sepatutnya kita semua peduli apa yang telah dialami adik adik kita ini. Perbuatan ini sama sekali tidak benarkan. Dengan kondisinya tubuh yang kurus akibat kekurangan gizi dialami mereka bertiga selama bertahun tahun,” ujarnya.

Kehadiran wanita berparas cantik ini bersama pengurus Bhayangkari Cabang Malang disambut rona bahagia dari wajah ketiga anak yang menjadi korban penyekapan.

( baca juga : Cerai, Depresi, Anak Bak Disekap )

Meski terus menunduk, mereka sesekali menyunggingkan senyum saat berinteraksi dengan Ketua Bhayangkari Cabang Malang tersebut. Pada kesempatan itu juga Ibu Tika membawakan berbagai macam bingkisan seperti boneka, perlengkapan sekolah dan juga alat tulis, mainan anak-anak serta beberapa bungkus jajanan ringan untuk mereka nikmati.Tidak lupa, pengurus Bhayangkari Cabang Malang juga terlibat pembicaraan ringan dengan ketiga anak yang menjadi korban penyekapan.

Aksi penyekapan itu terbongkar setelah pemerintah desa setempat dan petugas Polsek Bululawang mendatangi lokasi dan mengeluarkan ketiga bocah itu dari penyekapan ibunya, Selasa (2/1/2018).

( baca juga : Tragedi Ibu Kandung “Sekap” Anak Teriakan Cari Ibu, Langitnya Apik )

Kapolsek Bululawang Kompol Supari mengatakan, Alikah yang merupakan pelaku penyekapan tersebut terindikasi mengalami gangguan jiwa. Karena itu, pihaknya menyebut tidak ada indikasi kasus hukum dalam kejadian penyekapan itu. Pihaknya juga sudah mengirim Alikah ke Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat di Lawang, Kabupaten Malang.

“Karena ibunya terindikasi gangguan jiwa sehingga ibunya dibawa ke rumah sakit jiwa. Anaknya dirawat di Polindes setelah selesai sekarang dirawat bapak kandungnya,” jelasnya. (fik/ono)

Advertisement

Trending