Connect with us

Mojokerto

Danramil 0815/15 Jatirejo Berikan Motivasi Relawan Semar

Diterbitkan

||

Danramil 081515 Jatirejo Berikan Motivasi Relawan Semar

Memontum Mojokerto – Danramil 0815/15 Kpdim 0815 Mojojokerto Kapten Inf Supriyanto turut hadir dalam pembukaan Diklat Kepemimpinan Relawan SEMAR (Semangat Masyarakat Relawan), di Aula Kantor UPT Diknas Cabang Jatirejo, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Camat Jatirejo yang diwakili Sekcam Aminsun, S.IP., Wakil Ketua Umum Relawan Semar Zainul Arifin, Ketua Cabang Relawan Semar dari Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang dan Pasuruan, Babinsa Sumengko Serda Syaiful, undangan dan peserta Diklat Kepemimpin Relawan Semar sebanyak sekitar 60 orang terdiri dari laki-laki 53 orang dan perempuan 7 orang.

Wakil Ketua Umum Relawan Semar Zainul Arifin, mengungkapkan, ucapan terima kasih atas kehadiran Forpimka dan segenap undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan pembukaan Diklat Kepemimpinan Relawan Semar dalam rangka peningkatan kapasitas pimpinan cabang tahun 2018.

Dijelaskannya, organisasi Relawan Semar ini kegiatannya lebih bersifat kemanusiaan dan membantu aparat terkait TNI/Polri dan BPBD dalam penanggulangan bencana. “Untuk itu mohon bimbingan dan arahan Camat dan Danramil agar Relawan Semar ke depan lebih profesional,” pintanya.

Sementara Camat Jatirejo yang diwakili Sekcam Aminsun, S.IP menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta Diklat Kepemimpinan Relawan Semar. Menurutnya, selama ini, para Relawan Semar sudah cukup membantu dalam hal kemanusiaan terutama dalam penanggulangan bencana di Kecamatan Jatirejo. “Semoga ke depan Relawan Semar lebih meningkatkan kemampuan dan semakin profesional,” harapnya.

Sementara, Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf Supriyono dalam sambutannya, mengajak para peserta Diklat Kepemimpinan Relawan Semar, untuk bercermin pada Semboyan yang digagas Ki Hajar Dewantoro. Semboyan, bagian dari azas kepemimpinan, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho artinya di depan memberi tauladan, kemudian Ing Madyo Mangun Karso artinya di tengah membangun prakarsa dan bekerjasama, serta Tut Wuri Handayani artinya di belakang memberi dukungan dan semangat. “Semboyan ini harus dipahami secara utuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam organisasi sehingga akan terbangun keharmonisan antara pimpinan dan yang dipimpin,” tegasnya. (gan/ono)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending