Connect with us

Kabupaten Malang

Mantan Menag KH M Tolchah Hasan Beri Wajangan Kapolres Malang

Diterbitkan

||

Mantan Menag KH M Tolchah Hasan Beri Wajangan Kapolres Malang

Tidak Ada Tempat Bagi Yang Intoleransi

Memontum Malang – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi mendapat wejangan dari mantan Menteri Agama periode 1999 – 2001 Prof. DR. M Tolchah Hasan yang tinggal di jalan Candirenggo No 36 Rt 05 Rw 03 Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jumat (9/3/18).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran kepolisian Polres Malang ini untuk silaturahmi dengan para ulama yang juga sesepuh Malang serta mohon doa agar setuasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Malang senantiasa kondusif.

SILATURAHMI:Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi saat bersilaturahmi  ke mantan Menag  Prof. DR. M  Tolchah Hasan  yang juga sesepuh Malang

SILATURAHMI: Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi saat bersilaturahmi ke mantan Menag Prof. DR. M Tolchah Hasan yang juga sesepuh Malang

Dalam pertemuan itu Kapolres Malang AKBP Yade banyak menerima wejangan dari mantan Menag ini. Ia menuturkan, negara Indonesia adalah negara yang multikultural yang harus dijaga bersama. Berbeda dengan negara negara Arab yang relatif homogen yg terdiri dari satu agama, satu suku dan satu budaya.

“Di negara negara lain yang lebih diutamakan hanya cinta agama, tapi di Indonesia selain cinta agama, kita juga diajarkan untuk cinta negara,” ujarnya.

Kiai Tolchah Hasan juga berpesan pentingnya toleransi dan kerukunan antar ummat beragama di Indonesia, karena ada 13 % warga di indonesia adalah non muslim. Namun 13 % tersebut jumlahnya hampir sama dengan jumlah warga di negara Brunei dan Malaysia jika digabung. Untuk itu tidak ada tempat bagi intoleransi, fitnah, ujaran kebencian dan hoack yang berpotensi bisa memecah belah NKRI.

“Bukan hanya itu, Prof. DR. M Tolchah Hasan juga mendukung tindakan Polri dalam menindak tegas secara hukum terhadap Intoleransi, radikalisme, dan para penyebar fitnah dan hoax,” terang AKBP Yade. (fik/ono)

Advertisement

Trending