Connect with us

Trenggalek

Gandeng Netizen, Polres Trenggalek Suarakan Anti Hoax

Diterbitkan

||

Gandeng Netizen, Polres Trenggalek Suarakan Anti Hoax

Memontum Trenggalek — Kepolisian bersama dengan netizen Trenggalek kompak menyuarakan anti hoax, isu Sara, ujaran kebencian dan radikalisme. Hal tersebut dideklarasikan bersamaan dengan acara sosialisasi penerimaan anggota Polri yang digelar di alun-alun Trenggalek.

Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Bambang Puji yang juga Admin Grup Facebook terbesar Info Seputar Trenggalek (IST) dari atas panggung kemudian diikuti oleh seluruh pengunjung yang didominasi remaja dan generasi milenial Trenggalek. Deklarasi tersebut berisikan 5 poin yang pada intinya menolak segala bentuk hoax, ujaran kebencian, Isu Sara, dan radikalisme serta komitmen bersama untuk menjaga Kamtibmas Trenggalek yang kondusif.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, menuturkan deklarasi tersebut merupakan bentuk kesadaran, komitmen dan partisipasi netizen Trenggalek dalam mendukung terciptanya Kamtibmas kondusif terkait dengan maraknya berita Hoax, ujaran kebencian, isu Sara maupun radikalisme yang banyak beredar di media sosial atau media daring lainnya.

“Saya yakin dan percaya netizen Trenggalek tidak akan mudah terprovokasi apalagi di adu domba dengan berita Hoax. Mereka sudah cerdas memilih dan memilih informasi, ” ucapnya, Minggu (8/4/2018).

Masih terang Didit, Deklarasi anti hoax ini merupakan salah satu upaya mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam bermedsos mengingat ada batasan-batasan tertenti yang tidak boleh dilanggar sesuai dengan undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Harus lebih bijak dalam bermedsos, ” imbuhnya.

Sementara itu, Koko salah seorang netizen Trenggalek yang ikut hadir dalam acara tersebut menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap berbagai upaya Polri untuk menekan dan meminimalisir berkembanya berita Hoax di media sosial. Menurutnya, selain edukasi harus dibarengi dengan tindakan tegas kepada pelaku penyebaran Hoax maupun ujaran kebencina.

“Sangat mendukung. Hoax sudah terbukti merusak dan bisa memecah belah bangsa, ” tutur Koko. (mil/nay)

Advertisement

Trending