Connect with us

Trenggalek

Napak Tilas, 2 Kompi Brimob Tiba di Trenggalek

Diterbitkan

||

Napak Tilas, 2 Kompi Brimob Tiba di Trenggalek

Memontum Trenggalek —- Sebanyak 2 kompi anggota Brigade Mobile (Brimob) lakukan Napak tilas yang dimulai dari Monumen Surabaya dan berakhir di Monumen di Madiun tiba di Kabupaten Trenggalek. Kegiatan Napak tilas tersebut merupakan serangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Brimob ke 72 tahun 2017.

Setelah sebelumnya perjalanan Napak tilas berhenti di Kabupaten Tulungagung, hari ini Kamis (9/11/2017) sejumlah anggota Brimob menginjakkan kaki di Kota Tempe Kripik. Yang mana selanjutnya perjalanan akan dilanjutkan ke Kabupaten Ponorogo.

Saat dikonfirmasi Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Polisi Totok Lisdiarto Sutejo mengatakan bahwa Napak tilas ini dilakukan guna mengingat para pejuang 45 saat merebut kemerdekaan. “Inti dari kegiatan ini merupakan wujud dari ungkapan Elingo Sejarah atau ingat terhadap sejarah perjuangan anggota dilakukan oleh para pejuang dalam merebut kemerdekaan. Dan perlu diingat bahwa perjuangan para pejuang tidaknya mudah seperti yang dibayangkan,” ucapnya.

Akan tetapi pihaknya juga menegaskan bahwa tujuan dari berbagai kegiatan dalam rangka HUT Brimob ke 72 ini adalah untuk mengajak masyarakat dan kepolisian khususnya Brimob untuk bersatu dan menjaga NKRI harga mati.

Masih terang Totok sapaan akrabnya, bersama ini diharapkan masyarakat dan anggota Brimob akan semakin menyatu. Selain itu juga bersama masyarakat, anggota Brimob akan siap melindungi, mengayomi dan menjaga Kamtibmas.

“Alhamdulillah sejak pemberangkatan dari Monumen Polisi istimewa Surabaya pada 5 November lalu, anggota Brimob yang terdiri dari 2 kompi ini akan menyelesaikan Napak tilas di Mako Brimob Madiun. Monumen tersebut dipilih karena disitulah yang memberikan tanda serta sejarah perjuangan anggota Brimob,” tegasnya.

Selain Napak tilas lanjut Totok, serangkaian kegiatan lain yang digelar dalam rangka HUT Brimob ke 72 yakni Bhakti Sosial, tour dengan Java’, pameran senjata dan beberapa kegiatan lain yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Napak tilas dilakukan secara bertahap dengan menempuh jarak sekitar 350 kilometer.

“Sesuai dengan instruksi Kapolri bahwa Brimob akan semakin dekat dengan masyarakat, karena tanpa masyarakat, Brimob bukanlah apa-apa. Jadi diharapkan antara Brimob dan masyarakat saling bersinergi demi menjaga Kamtibmas dan NKRI harga mati,” pungkas Totok. (mil/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending