Connect with us

Jombang

Pengobatan Alternatif di Era Modern Masih jadi Pilihan Warga Jombang

Diterbitkan

||

Memontum Jombang-Pengobatan alternatif masih menjadi pilihan masyrakat di era modern ini. Seperti yang dilakukan Ali (35) warga Pulogedang Kecamatan Tembelang yang memilih pengobatan alternatif Kang Kartono di dusun Kramat Desa Tanggung Kramat Kecamatan Ploso Kabulaten Jombang, Jumat (10/11/2017).

Ali yang divonis oleh dokter menderita asam lambung akut ini, mengaku sudah mulai membaik dengan beberapa kali pijatan di beberapa titik syaraf kaki dan mengkonsumsi obat dari tumbuh-tumbuhan racikan Kang Kartono.

“Alhamdulilah tiga kali pijat sudah membaik, dan sekarang sudah bisa buat minum kopi bening mas. Padahal rumiyen mboten saget,” ujar Ali sambi tertawa kepada crew Memontum.

Sementara itu, Kartono (55) mengatakan, praktek pijat alternatif yang dilakukannya sudah berlangsung hampir 5 tahun. Ia mengaku mendapat kelebihan tersebut sejak ia masih menuntut ilmu di gunung Lawu.

“Berbagai jenis penyakit insyaallah bisa disembuhkan karena setiap penyakit sudah disiapkan obatnya oleh Allah Swt mas,” ujarnya.

Menurut Kartono, kebanyakan pasiennya yang datang mengeluhkan sakit dalam seperti tumor, kanker, hingga patah tulang. Selain itu penyakit lelaki dewasa mandul dan sulit ereksi. Hanya cukup dengan pijatan dan konsumsi obat dari akar tumbuhan dan doa, Insha Alllah penyakit yang diderita bisa sembuh.

Terlebih, lanjutnya, tidak ada biaya yang dipatok dalam pengobatannya. Hanya seikhlas pasien mau sedekah berapa pun.

“Dari luar kota juga ada mas. Kebanyakan yang patah tulang dan sakit dalam. Tidak ada tarif resmi, hanya seikhlasnya saja dan yang penting jangan lupa sedekah. Karena sedekah adalah obat yang baik untuk menolak musibah dan menambah riski. Jadi tergantung kita yang sakit mengartikan sakit itu musibah atau riski sebagai pengingat syukur kita saat sehat,” pungkasnya.

Letak pengobatan alternatif kang Kartono berada di Dusun Kramat desa Tanggung Kramat kecamatan Ploso, tidak seperti pengobatan alternatif lainnya. Pengobatan altrnatif milik Kang Kartono tanpa plakat permanen. Namun pasien yang datang cukup berjubel, kecuali hari Jumat karena ia tidak melayani pasien. (wis/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending