Connect with us

Probolinggo

Ansor Probolinggo Peringati Hari Santri, Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan

Diterbitkan

||

Ansor Probolinggo Peringati Hari Santri, Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan

Memontum Probolinggo — Menyikapi hari besar yang beruntun dan mengena dalam sejarah perjalanan kemerdekaan NKRI, yaitu Hari Santri, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahawan, maka Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo, mengadakan peringatan ketiganya di Eks Pemkab Probolinggo, di jalan Raya Dringu, Jumat (10/11/2017) malam.

Kegiatan yang melibatkan semua kalangan Ansor tersebut tidak lain untuk memotifasi peran penting ketiga hari bersejarah ini.

Para penerima penghargaan Anggota DPRRI komisi VIII, Dandim0820, Kapolres kapolresta Probolinggo (pix)

Para penerima penghargaan Anggota DPRRI komisi VIII, Dandim0820, Kapolres kapolresta Probolinggo (pix)

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, Nahdlatul Ulama Alfa Isnaeni dan Ketua PW GP Ansor Jatim, H Rudi tri Wahid dan Gus Abid Umar ada di tengah tengah kerumunan masa undangan. Selain itu anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alvian Nurizal dan Kapolres Probolinggo Kabupaten AKBP Fadly Samad serta Dandim 8020 Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi begitu juga Bupati Probolinggo terlihat di meja vip pada acara tersebut.

Selain acara yang diisi oleh sebagian pelajar, ada salah satu yang menarik, yaitu penyerahan penghargaan Piagam yang bertema Bhakti Untuk Negeri, yang di berikan kepada pemangku kebijakan dari Ansor Kabupaten Probolinggo. Ini di berikan karena atas Dedikasinya dalam menjaga Kebhinekaan, toleransi dan Kerukunan ummat.

Para penerima penghargaan tersebut adalah Anggota DPRRI koisi VIII, Kapolres, Kapolresta Dan dandim 0820. Selain itu ansor juga memberikan kepada Bupati Probolinggo.

Ditempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis mengatakan, Barisan Ansor Serbaguna atau Banser ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang mulia kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan kepada Negara Indonesia.

“Walaupun kita tidak dibayar oleh negara, kami tidak mempermasalahkan, karena yang kita harapkan adalah berkah, yang kita harapkan adalah kebaikan dari Allah SWT,” jelasnya.

Laman: 1 2

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending