Connect with us

Tak Berkategori

Rayakan Kelulusan, Siswa MTsN 1 Kota Malang Gelar Bakti Sosial

Diterbitkan

||

*Peduli Pendidikan, Sumbang Rp 150 Juta Lebih ke MI Miftahul Ulum Buring

Memontum Kota Malang—-Merayakan kelulusan, tak harus meluapkan kegembiraan dengan ajang hura-hura seperti yang biasa dilakukan lulusan kebanyakan. Sikap positif yang ditunjukkan oleh siswa kelas IX MTsN 1 Kota Malang ini patut dicontoh oleh generasi muda lainnya. Karena kelulusan adalah hal yang patut disyukuri dengan cara yang baik dan terpuji.

Salah satunya, dengan berbagi pada sesama, terlebih yang membutuhkan. Seperti yang dilakukan sejumlah 334 siswa kelas IX MTsN 1 Kota Malang tahun akademik 2017-2018, dalam Bakti Kelulusan Aksandasa Angkatan 40 di MI Miftahul Ulum Buring Kota Malang, Rabu (9/5/2018).

 Peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas oleh Kepala MTsN 1 Malang, Drs Samsudin MPd. (rhd)

Peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas oleh Kepala MTsN 1 Malang, Drs Samsudin MPd. (rhd)

“Kegiatan kelulusan ini merupakan giat rutin tahunan. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, bakti sosial ini bertujuan menguatkan jalinan silahturahmi. Dalam Bakti Kelulusan Aksandasa, yaitu Angkatan Sekawan Dasa atau angkatan 40 ini, merupakan kegiatan bakti kelulusan ke-7, yang terselenggara atas partisipasi orang tua wali murid MTsN 1 kota Malang. Tak hanya dari wali murid kelas IX, kami juga memberikan keleluasaan kepada wali murid kelas VII dan VIII untuk berpartisipasi,” jelas Drs Samsudin MPd, Kepala MTsN 1 Malang, kepada Memontum.com.

Siswa kelas IX dan guru MTsN 1 kota Malang serta undangan mengikuti jalannya acara. (rhd)

Siswa kelas IX dan guru MTsN 1 kota Malang serta undangan mengikuti jalannya acara. (rhd)

Sam, sapaan akrabnya, menambahkan pihak sekolah tak menentukan besaran shodaqoh jariyah yang diberikan. Meski kebutuhan yang diajukan MI Miftahul Ulum terbilang lumayan besar. “Sebenarnya pihak MI Miftahul Ulum sudah mengajukan proposal tahun lalu. Namun kami belum bisa mengabulkan, selain ketersediaan dana, kami perlu survei lokasi, status kepemilikan tanah, ijin operasional sekolah, dan lainnya. Secara pasti kami belum mengetahui jumlah total donasi yang terkumpul, karena hingga kemarin malam masih ada saja transferan yang masuk dan belum kami update lagi. InsyaAllah lebih dari Rp 150 juta,” papar Sam.

 Kerja Bakti memindahkan batu bata secara marathon. (rhd)

Kerja Bakti memindahkan batu bata secara marathon. (rhd)

Dari donasi yang terkumpul, direncanakan akan digunakan untuk pembangunan beberapa ruang kelas MI Miftahul Ulum. Dengan terkumpulnya donasi, proses pengerjaan pembangunan akan dikebut siang malam oleh masyarakat sekitar desa Baran Buring, kota Malang. Diperkirakan saat masuk tahun ajaran baru 2018-2019, atau sekitar 16 Juli 2018, kelas sudah bisa dipergunakan.

“Seharusnya 3 tahun yang lalu pembangunan kelas sudah selesai. Karena terbentur biaya, kami mengajukan proposal ke beberapa lembaga, termasuk MTsN 1 kota Malang. Ini kami lakukan untuk membentengi lingkungan kami dari degradasi keimanan dan kebodohan. Sebab sebagian wilayah sudah dikuasai Ciputra dan sekolah non muslim. Dan hampir 50 persen lulusan MTs memilih menikah. Dengan fasilitas ini, kami berupaya lebih terkontrol,” jelas Kasek MI Miftahul Ulum, Imam Nasai SPdI.

 Hiburan tari oleh siswa kelas 1 MI Miftahul Ulum. (rhd)

Hiburan tari oleh siswa kelas 1 MI Miftahul Ulum. (rhd)

Senada, Plt Lurah Buring Imam S, menambahkan adanya bakti kelulusan diharapkan bisa bermanfaat bagi pendidikan di Baran Buring di masa mendatang. “Degradasi keimanan jika tidak diantisipasi, maka akan bahaya. Semoga adanya tambahan ruang kelas di MI Miftahul Ulum ini, menjadi benteng perkembangan jaman dan keimanan,” ungkap Imam.

Kepala MTsN 1 Malang, Drs Samsudin MPd, saat memberikan sambutan. (rhd)

Kepala MTsN 1 Malang, Drs Samsudin MPd, saat memberikan sambutan. (rhd)

Tak hanya penyerahan bantuan bakti kelulusan, penampilan hiburan lagu dan tari oleh siswa kelas IX MTsN 1 kota Malang dan kelas 1-5 MI Miftahul Ulum, serta lomba mewarnai turut menjadi agenda kegiatan. Sebelum ditutup, Kasek kedua sekolah meletakkan batu pertama, disusul wakil kepala sekolah, dan komite sekolah. Usai rangkaian acara, siswa-siswi MTsN 1 kota Malang bergotong-royong memindahkan batu bata secara marathon ke area pembangunan ruang kelas.

Dalam kesempatan itu, juga dihadiri guru kedua sekolah, sebagian orang tua wali murid kelas IX, komite MTsN, perwakilan Babinsa dan Polsek Kedungkandang, dan undangan lainnya. (rhd/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending