iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana

Asal Muasal Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan

  Dibaca : 59 kali
Asal Muasal Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan
KH Abdul Fattah Muin saat bercengkrama dengan Plt Bupati Trenggalek M. Nur Arifin

Memontum Trenggalek Lebaran ketupat atau kupatan memang dimulai dikenal atau diawali dari kawasan timur Trenggalek tepatnya di Kecamatan Durenan. Tradisi tersebut berawal dari salah satu tokoh sekaligus sesepuh bernama Mbah Mesir yang selalu rutin menjalankan ibadah puasa Sunnah Syawal atau yang akrab dikenal dengan Nyawal. Selama menjalankan puasa sunah enam hari setelah lebaran pertama tersebut, tokoh agama ini tidak menggelar Open House layaknya masyarakat lainnya.

“Awalnya tradisi open house ini hanya dilakukan disatu rumah saja, yakni di rumah kakek saya yang bernama Mbah Kyai Abdul Maysir atau biasa di panggil Mbah Mesir. Kemudian warga yang ada di sekitar mulai mengikuti tradisi tersebut,” terang tokoh agama setempat KH Abdul Fattah Muin, Sabtu (23/6/2018).

Seiring perkembangan waktu, masyarakat sekitar yang mengetahui kebiasaan sang kiai tersebut mengikuti tradisi tersebut dan melakukan hal yang sama dengan menggelar perayaan Idul Fitri pada saat Lebaran Ketupat.

Diakui cucu Mbah Mesir ini, bahwa dirinya bersyukur atas tradisi turun temurun yang masih tetap terjaga dan lestari sampai saat ini. Kyai Fattah juga mengapresiasi adanya Lebaran Ketupat yang dilakukan di beberapa daerah. Namun, pemimpin salah satu pondok pesantren ini mengaku tidak sepakat apabila Lebaran Ketupat dikemas dengan berbagai hiburan dan keramaian lain.

“Kalau di daerah lain silahkan mengadakan perayaan lebaran ketupat dengan menyuguhkan pertunjukkan atau hiburan akan tapi untuk wilayah Durenan lebih baik dibiarkan apa adanya, karena orang yang mau kesini ini tujuannya hanya satu yakni bersilaturrahmi. Tanpa hiburanpun tetap ramai, ” imbuhnya.

Yang paling menjadi rujukan utama pengunjung saat perayaan lebaran ketupat, yakni Kediaman KH Abdul Fattah Muin di Desa Durenan, Kecamatan Durenan.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional